Lampung Selatan

View AllLampung Barat

Berita Terbaru

14 Agustus 2026

Pelarian Berakhir di Way Haru, Tim URC Polsek Ngaras Bekuk Dua Pelaku Curat Dinamo Pembangkit Listrik

Pelarian Berakhir di Way Haru, Tim URC Polsek Ngaras Bekuk Dua Pelaku Curat Dinamo Pembangkit Listrik


PESISIR BARAT — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polsek Ngaras berhasil membekuk dua orang tersangka kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) mesin dinamo pembangkit listrik di Pekon Way Haru, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat. Penangkapan yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) sore ini merupakan bagian dari Target Non-Operasi (N-TO) dalam rangka Operasi Sikat Krakatau 2026.

Kedua tersangka yang diamankan merupakan saudara kandung berinisial SP (41) dan BS (32). Keduanya berprofesi sebagai buruh harian lepas yang berdomisili di Pekon Bandar Dalam, Kecamatan Bengkunat.

Aksi pencurian tersebut terjadi pada Selasa, 10 Desember 2024 lalu. Korban bernama Teguh (28) mendapati mesin dinamo pembangkit listrik merk IKEDA tipe ST-3Kw warna kuning/oranye miliknya yang diletakkan di belakang gubuk area Karang Lepak telah raib.

Bersama seorang saksi, korban berusaha menyisir area sekitar hingga malam hari. Sekira pukul 19.00 WIB, korban mencurigai pergerakan sebuah sepeda motor yang mengangkut benda berat. Saat dihampiri, korban mengenali para pengendara tersebut—termasuk tersangka BS—yang sempat berdalih baru saja pulang melayat.

Tak percaya begitu saja, korban melakukan pengintaian tersembunyi dari balik pohon. Dari jarak pantau tersebut, korban melihat langsung para pelaku membawa dan memasukkan mesin dinamo miliknya ke dalam sebuah rumah di Pekon Bandar Dalam. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Ngaras IPTU Doni Dermawan D., S.Psi., M.M. bersama Kanit Reskrim IPDA Yanri Hidayat, S.H., M.H. saat menggelar pendalaman penyelidikan Ops Sikat Krakatau 2026.

Petualangan para pelaku terendus setelah polisi menginterogasi saksi kunci sekaligus rekan pelaku berinisial H, yang saat ini tengah menjalani penahanan di Lapas Kelas II B atas perkara lain. Dari keterangan H, diperoleh informasi akurat mengenai keterlibatan SP dan BS serta titik persembunyian mereka di kawasan Pekon Way Haru.

"Tim URC langsung bergerak melakukan penyergapan dan penyisiran ketat di lokasi keberadaan para pelaku. Sekira pukul 16.00 WIB, kedua tersangka berhasil kami amankan tanpa perlawanan," ujar perwakilan kepolisian.

kedua tersangka mengakui seluruh perbuatannya. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa, 1 unit Mesin Dinamo merk IKEDA tipe ST-3Kw (No. Seri: ASF1831024) warna kuning/oranye serta 1 buah Besi Bulat Berongga (pipa/sleeve) panjang 20,5 cm dengan diameter 9,5 cm.

Atas perbuatannya, kedua tersangka beserta barang bukti kini mendekam di Mapolsek Ngaras untuk proses penyidikan lebih lanjut. Para tersangka dijerat dengan Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana terkait Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. (Ag)

31 Juli 2026

Senam Bersama di GOR Way Handak, Pemkab Lampung Selatan Bangun ASN Sehat, Solid, dan Siap Berikan Pelayanan Terbaik

Senam Bersama di GOR Way Handak, Pemkab Lampung Selatan Bangun ASN Sehat, Solid, dan Siap Berikan Pelayanan Terbaik


 Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus membudayakan pola hidup sehat di lingkungan aparatur melalui kegiatan senam bersama yang rutin digelar setiap Jumat pagi. 

Selain menjaga kebugaran, kegiatan yang digelar di area outdoor GOR Way Handak (GWH), Kalianda, pada Jumat (31/7/2026), itu juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat sinergi antarpegawai dalam mendukung pelayanan publik yang semakin optimal.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut diikuti Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam yang dipandu instruktur dalam suasana penuh semangat dan keceriaan.

Atmosfer yang hangat dan santai menjadi ruang bagi para ASN untuk saling berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antarperangkat daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, mengatakan bahwa senam bersama tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjadi wadah membangun hubungan yang lebih erat di lingkungan kerja.

"Selain menjadi sarana menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani, senam bersama juga bisa menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi lintas perangkat daerah," ujar Edy Firnandi usai mengikuti kegiatan.

Menurutnya, kebugaran fisik merupakan salah satu faktor penting yang mendukung peningkatan produktivitas aparatur. ASN yang sehat diharapkan mampu bekerja lebih optimal, menjaga disiplin, serta memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan berkualitas kepada masyarakat.


Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, senam bersama menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam membangun budaya kerja yang sehat, harmonis, dan produktif. Kekompakan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang semakin kondusif sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Pemkab Lampung Selatan pun berkomitmen untuk terus melaksanakan senam bersama secara rutin sebagai bagian dari pembinaan kesehatan ASN. Langkah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat di tengah padatnya aktivitas pemerintahan.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh manfaat ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan bahwa aparatur yang sehat, bugar, dan solid merupakan modal penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, roda pemerintahan diharapkan berjalan lebih efektif guna mewujudkan Lampung Selatan yang maju, mandiri, dan sejahtera. (ptm/Kmf)

APKASI 2026 Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Bupati Radityo Egi Dorong Kebijakan yang Memajukan Kabupaten

APKASI 2026 Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Bupati Radityo Egi Dorong Kebijakan yang Memajukan Kabupaten


Bandung - Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan di kabupaten. 

Berangkat dari semangat itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menghadiri Rapat Dewan Pengurus III APKASI Tahun 2026 di Hotel Grand Sunshine Resort & Convention, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026).

Forum yang diikuti jajaran Dewan Pengurus APKASI bersama para bupati dari berbagai daerah di Indonesia itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi, menyamakan langkah, serta membangun kolaborasi antarpemerintah kabupaten dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Bupati Egi mengatakan, kehadirannya dalam rapat tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah kabupaten lainnya demi mendorong pembangunan yang lebih berkualitas.

"Hari ini saya mengikuti Rapat Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2026 di Kabupaten Bandung bersama jajaran pengurus dan para bupati dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Bupati Egi.


Menurutnya, APKASI memiliki peran penting sebagai wadah para kepala daerah dalam bertukar gagasan, pengalaman, dan pandangan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam rapat itu, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama, di antaranya penguatan otonomi daerah, evaluasi program kerja APKASI, hingga kebijakan fiskal daerah yang dinilai berperan penting dalam mendukung percepatan pembangunan di tingkat kabupaten.

"Kami membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan otonomi daerah, evaluasi program kerja APKASI, hingga kebijakan fiskal daerah agar pembangunan di kabupaten dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Egi.

Bupati Egi berharap, hasil pembahasan yang lahir dalam forum APKASI dapat semakin memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

Menurutnya, kolaborasi yang solid akan menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap kebutuhan daerah sekaligus mampu mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

"Semoga hasil pertemuan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta melahirkan kebijakan yang semakin mendukung kemajuan kabupaten di seluruh Indonesia," kata Bupati Egi. (Nsy)

Hujan Tak Surutkan Semangat Warga, Bupati Radityo Egi Hadir Menguatkan Tradisi Sedekah Bumi yang Mengakar 206 Tahun

Hujan Tak Surutkan Semangat Warga, Bupati Radityo Egi Hadir Menguatkan Tradisi Sedekah Bumi yang Mengakar 206 Tahun


Kalianda - Guyuran hujan yang sempat membasahi Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, Jumat pagi (31/7/2026), tak mampu mengurangi semangat masyarakat untuk mengikuti tradisi Sedekah Bumi atau Paperahan.

Bahkan, kehadiran Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang membersamai warga sejak pagi hingga seluruh rangkaian acara selesai, semakin menambah semarak perayaan tradisi adat yang telah bertahan selama 206 tahun sejak 1820. 

Meski cuaca sempat mendung disertai hujan, warga dari berbagai kalangan tetap memadati lokasi kegiatan. Setelah hujan reda dan matahari kembali bersinar, antusiasme masyarakat justru semakin terasa. Mereka mengikuti setiap prosesi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil bumi sekaligus bentuk kecintaan terhadap tradisi warisan leluhur yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Suasana semakin hangat ketika Bupati Radityo Egi Pratama tiba di lokasi. Orang nomor satu di Kabupaten Lampung Selatan itu disambut penuh keakraban oleh masyarakat yang sejak pagi bergotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan. 

Kehadiran Bupati Egi dinilai menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terhadap pelestarian budaya lokal.


Bagi masyarakat Desa Sumur Kumbang, momentum tersebut memiliki makna tersendiri. Selain menjadi tradisi tahunan yang sarat nilai religius dan kebersamaan, kehadiran kepala daerah memberikan semangat baru untuk terus menjaga budaya yang telah diwariskan selama lebih dari dua abad.

Kepala Desa Sumur Kumbang, Armad, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Lampung Selatan beserta jajaran dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan tradisi yang menjadi identitas desa.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan beserta seluruh jajaran. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan tradisi turun-temurun yang harus terus dijaga. Bagi kami, Sedekah Bumi adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki, hasil panen, dan kesehatan yang telah diberikan," ujar Armad.

Rasa syukur dan kebahagiaan juga dirasakan warga. Salah seorang masyarakat, Nur Astuti, mengaku terharu karena untuk pertama kalinya tradisi Sedekah Bumi di Desa Sumur Kumbang dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan.

"Alhamdulillah tahun ini Pak Bupati hadir. Kami sangat berterima kasih karena Pak Bupati telah memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat untuk terus melestarikan tradisi Sedekah Bumi ini," kata Nur Astuti.

Menurut Nur Astuti, tradisi Sedekah Bumi yang rutin dilaksanakan setiap bulan Muharam bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan wujud rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas hasil panen, kesehatan, dan rezeki yang diterima. Karena itu, tradisi tersebut telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan warga Desa Sumur Kumbang.


Hal senada disampaikan salah seorang pemuda desa, Agus. Ia menilai kehadiran Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menjadi dorongan moral bagi generasi muda untuk terus menjaga tradisi yang diwariskan para leluhur.

"Kami senang dan bangga karena Pak Bupati bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami sebagai generasi muda untuk terus menjaga tradisi ini agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh anak cucu nanti," ujar Agus.

Masyarakat berharap perhatian dan dukungan Pemkab Lampung Selatan terhadap pelestarian budaya lokal dapat terus berlanjut. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, tradisi Sedekah Bumi di Desa Sumur Kumbang diharapkan tetap lestari serta menjadi kebanggaan daerah yang terus diwariskan kepada generasi mendatang. (Nsy-Kmf)

Tradisi Sedekah Bumi Berusia 206 Tahun Tetap Lestari, Bupati Radityo Egi Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur

Tradisi Sedekah Bumi Berusia 206 Tahun Tetap Lestari, Bupati Radityo Egi Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur


Kalianda - Tradisi Sedekah Bumi atau Paperahan di Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, kembali digelar dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, Jumat (31/7/2026). 

Tradisi adat yang telah diwariskan selama 206 tahun sejak 1820 itu kembali menjadi ruang syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi sekaligus pengingat pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus perkembangan zaman.

Mengusung tema "Hamparan Syukur di Kaki Gunung Rajabasa", perayaan tahun ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang hadir langsung membersamai ratusan warga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak pagi.

Kehadiran Bupati Egi disambut hangat melalui prosesi adat berupa pengalungan sarung dan pemasangan peci oleh tokoh adat sebagai simbol penghormatan kepada pemimpin daerah sekaligus bentuk penghargaan terhadap tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan Merik Havit, unsur Forkopimda, jajaran kepala perangkat daerah, Camat Kalianda, Kepala Desa Sumur Kumbang, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat.

Meski hujan sempat mengguyur kawasan kegiatan, antusiasme masyarakat tidak surut. Warga tetap memenuhi jalur penyambutan dan mengikuti seluruh prosesi dengan penuh semangat sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah sekaligus komitmen menjaga tradisi leluhur.

Sejak pagi, masyarakat bergotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari menyiapkan hidangan, penyembelihan hewan, hingga menata lokasi acara. 

Semangat kebersamaan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi Sedekah Bumi yang terus dipertahankan hingga kini.


Rangkaian acara diawali dengan pembagian air berkah yang diambil dari beberapa mata air atau sumur keramat di Desa Sumur Kumbang. Air yang sebelumnya didoakan oleh tokoh agama dan sesepuh adat itu menjadi simbol permohonan keberkahan, keselamatan, dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan Jembul, yakni hiasan yang dipenuhi berbagai hasil bumi dan komoditas pertanian sebagai lambang rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diberikan. Di tengah guyuran hujan, arak-arakan tetap berlangsung meriah dan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang hadir.

Puncak kemeriahan terjadi saat tradisi perebutan isi Jembul dimulai. Ratusan warga berbaur penuh kegembiraan memperebutkan hasil bumi yang dipercaya membawa keberkahan, kemakmuran, dan harapan akan panen yang lebih baik pada musim berikutnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan antara masyarakat, tokoh adat, serta Pemkab Lampung Selatan. (Rls)